Selasa, 29 November 2011

Jadwal Kegiatan q

Hari / Waktu Kegiatan / Aktivitas
Senin :
06.20                 Sarapan pagi
06.30                 Berangkat ke sekolah
07.00 – 13.30    Belajar di sekolah sampai pulang sekolah
13.30 – 14.00    Makan siang dan Istirahat menjelang les sore
14.00 – 15.30    Les sore
15.30 – 16.00    Pulang dari les sore ke rumah
17.00 -17.15      Mandi sore
17.30 – 19.00    Menonton televisi
19.00 – 19.30    Makan malam
20.00 – 22.00    Belajar dan mengerjakan PR
22.00 - Pagi      Tidur

Selasa :
05.30                Bangun pagi
06.00                Mandi
06.20                Sarapan pagi
06.30                Berangkat ke sekolah
07.00 – 13.00    Belajar di sekolah sampai pulang sekolah
13.30 – 14.00    Makan siang dan Istirahat menjelang les sore
14.00 – 16.00    Les sore
15.30                Pulang les sore
16.00 - 18.00     Ekstrakulikuler
18.00 – 18.15    Pulang dari ekskul ke rumah
18.30 – 18.45    Mandi sore
19.00 – 20.00    Makan malam
20.00 – 20.30    Menonton televisi
21.00 – 22.30    Belajar dan mengerjakan PR
22.30 – Pagi      Tidur

Rabu :
05.30                Bangun pagi
06.00                Mandi
06.20                Sarapan pagi
06.30                Berangkat ke sekolah
07.00 – 13.30    Belajar di sekolah sampai pulang sekolah
13.30 – 14.00    Makan siang dan Istirahat menjelang les sore
14.00 – 15.30    Les sore
15.30 – 16.00    Pulang dari les sore ke rumah
17.00 - 17.15     Mandi sore
17.30 – 19.00    Menonton televisi
19.00 – 19.30    Makan malam
20.00 – 22.00    Belajar dan mengerjakan PR
22.00 - Pagi      Tidur 


Kamis :
05.30                Bangun pagi
06.00                Mandi

06.20                Sarapan pagi

06.30                Berangkat ke sekolah

07.00 – 13.30    Belajar di sekolah sampai pulang sekolah

13.30 – 14.00    Makan siang dan Istirahat menjelang les sore

14.00 – 15.30    Les sore

15.30 – 16.00    Pulang dari les sore ke rumah

17.00 - 17.15     Mandi sore

17.30 – 19.00    Menonton televisi

19.00 – 19.30    Makan malam

20.00 – 22.00    Belajar dan mengerjakan PR

22.00 - Pagi      Tidur



Ju’mat
:
05.30                Bangun pagi

06.00                Mandi

06.20                Sarapan pagi

06.30                Berangkat ke sekolah

07.00 – 11.00    Belajar disekolah sampai pulang sekolah

11.00 – 14.00    Makan siang dan Istirahat menjelang les sore

14.00 – 15.30    Les sore

15.30 – 16.00    Pulang dari les sore ke rumah

17.00 - 17.15    Mandi sore

17.30 – 19.00    Menonton televisi

19.00 – 19.30    Makan malam

20.00 – 22.00    Belajar dan mengerjakan PR

22.00 – Pagi      Tidur



Sabtu
:
05.30                Bangun pagi

06.00                Mandi

06.20                Sarapan pagi

06.30                Berangkat ke sekolah

07.00 – 13.30    Belajar di sekolah sampai pulang sekolah

13.30 – 14.00    Makan siang dan Istirahat menjelang les sore

14.00 – 15.30    Les sore

15.30 – 16.00    Pulang dari les sore ke rumah

17.00 - 17.15    Mandi sore

17.30 – 19.00    Menonton televisi

19.00 – 19.30    Makan malam

20.00 – 22.00    Jalan-jalan (Malam minggu)

22.00 - Pagi      Tidur



Minggu
:
06.30                 Bangun pagi

07.00 – 07.30    Sarapan pagi

08.00 – 08.15    Mandi pagi

08.30 – 09.30    Mencuci pakaian

09.30 – 11.00    Menonton televisi

11.00 – 12.00    Main komputer

12.00 – 12.30    Makan siang

13.00 – 15.30    Tidur siang

16.00 – 18.00    Bermain sepak bola/bola basket

18.30 – 18.45    Mandi sore

19.00 – 19.30    Makan malam

20.00 – 22.00    Belajar dan mengerjakan PR

22.00 - Pagi      Tidur

NB: Ne cma kegiatan yg biasa dilakukan atau dengan kata lain kebiasaan......
       Kegiatan bisa sja d.ubah trgantung situasinya.......

Kegiatan Sekolah 5-Kegiatan Ekskul

Kegiatan Ekstrakurikuler

Hari Sabtu pada tanggal 19 November 2011 kelas XI IPA 1 dan 2 menggikuti kegiatan ekstrakurikuler yaitu pertandingan bola volley oleh Pak I.Situmorang. Sebagian siswa yang tidak ikut bertanding bermain bola basket. Kegiatan dilaksanakan kurang lebih selama 2 jam, dari pukul 16.00 sampai pukul 18.00 WIB. Berhubung saat itu juga anak kelas X 1 dan 2 mengikuti kegiatan ekstrakurikuler aerobik, pak Situmorang memepercayakan kepada kami kegiatan tersebut. Diawali dengan pertandingan antara putra kelas XI IPA 1 dengan putra kelas XI IPA 2. Kemudian pertandingan dilanjutkan antara putri kelas XI  IPA 1 melawan putri kelas XI IPA 2. 


Cuaca panas tak mematahkan semangat kami. Suara dukungan untuk masing-masing kelas terdengar cukup keras. Manfaat dari kegiatan ini antara lain, menyehatkan tubuh, sebagai penyaluran bakat yang ada pada diri kami, sebagai refreshing, dan memperbesar keakraban diantara kami. Kegiatan ini diakhiri dengan pemenang putra dari kelas XI IPA 1 dan putri dari kelas XI IPA 2.



Kegiatan Sekolah 4-Tes Darah

Pada hari Rabu kemarin kelas XI-IPA 2 mengadakan praktik biologi berupa tes darah .Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pembelajaran kami mengenai sistem transportasi/sirkulasi.Selain itu kita juga dapat mengetahui golongan darah kita.Awalnya sebagian dari kami tidak menyukai ide tersebut apalagi kaum perempuan karena mereka takut untuk ditusuk.Dari tes darah tersebut saya dapat mengetahui golongan darah saya yaitu A dan saya dapat mengetahui kepada siapa darah saya dapat disumbangkan dan darah apa yang dapat saya terima dari orang lain apabila saya kekurangan darah



























Kegiatan Sekolah 3-Kegiatan Hari Guru

Perayaan Hari Guru

Seperti biasa setiap tanggal 25 November semua sekolah dan guru pasti mengadakan acara untuk merayakan HUT PGRI.Begitu juga dengan SMA N 1 Sibolga ,meskipun meranyakannya hanya dengan upacara dan lomba pertandingan voli antar guru tetapi semua anggota sekolah tetap antusias dalam mengikutinya.
Pertandingan voli antar guru dilakukan pada tanggal 24 November 2011 sehari sebelum HUT PGRI, dari pertandingan itu saya dapat melihat bakat bakat terpendam pada guru SMA N 1 Sibolga...







Sedangkan upacara bendera dilakukan pada tanggal 25 November 2011.
Upacara dimulai sekitar pukul 09.30 berhubung petugas upacara mengikuti upacara di Lapangan Simare-mare terlebih dahulu. Upacara dilakukan dengan khidmat dan tertib. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan balon oleh Kepala Sekolah dan beberapa orang guru. Meskipun terkesan sangat sederhana, namun perayaan Hari Guru ini cukup mengesankan.

Kegiatan Sekolah 2-lotup

Lomba Tata Upacara

Beberapa minggu yang lalu, sekolah kami tercinta, SMA Negeri 1 Sibolga mengikuti Lomba Tata Upacara. Perlombaan bergengsi ini tidak asing lagi bagi sekolah kami karena dari tahun-tahun sebelumnya pun sekolah kami telah mengikuti perlombaan ini.



Sekolah kami telah memilih terlebih dahulu petugas-petugas upacara terbaik, seperti pemimpin upacara, petugas pengibar bendera, paduab suara, pembaca UUD, janji siswa, dsb.
Sebelum upacara dimulai, dilaksanakan gladi bersih terlebih dahulu agar upacara terlaksana dengan baik.
Saat upacara berlangsung petugas melaksanakan tugasnya masing-masing dengan cukup baik, demikian pula peserta upacara mengikuti upacara dengan tertib.Meskipun telah dipersiapkan dengan baik tetapi ada juga kendala yaitu banyak dari anggota upacara yang pingsan saat upacara.Biarpun demikian kami tetap nyakin dan percaya diri dapat menjadi juara ..(cahyoo)

Kegiatan Sekolah 1-Bersih-bersh

 

 

Menjelang penilaian ADIPURA, SMA Negeri 1 Sibolga melaksanakan kebersihan. Kegiatan ini dilakukan setelah pelajaran tambahan sore berakhir. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok diberikan tugas yang berbeda-beda. Seperti mencabut rumput liar, menyapu dan megepel kelas dan koridor sekolah, menyiram bunga, dsb.




Manfaat dari kegiatan ini ialah menumbuhkan dan meningkatkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan. Diharapkan kegiatan kebersihan seperti ini tidak hanya sebagai simbolik dalam mempertahankan piala Adipura, tetapi dapat benar-benar tertanam di hati para siswa

Senin, 28 November 2011

Materi Pelajaran

1. MOMENTUM LINIER (p)
MOMENTUM LINIER adalah massa kali kecepatan linier benda. Jadi setiap benda yang memiliki kecepatan pasti memiliki momentum.
p = m v
Momentum merupakan besaran vektor, dengan arah p = arah v
2. MOMENTUM ANGULER (L)
MOMENTUM ANGULER adalah hasil kali (cross product) momentum linier dengan jari jari R. Jadi setiap benda yang bergerak melingkar pasti memiliki momentum anguler.
L = m v R = m w R2
L = p R

Momentum anguler merupakan besaran vektor dimana arah L tegak lurus arah R sedangkan besarnya tetap.
Jika pada benda bekerja gaya F tetap selama waktu t, maka IMPULS I dari gaya itu adalah:
       t1
I = ò F dt = F (t2 - t1)
     t2

I = Perubahan momentum
Ft = m v akhir - m v awal



Impuls merupakan besaran vektor. Pengertian impuls biasanya dipakai dalam peristiwa besar dimana F >> dan t <<. Jika gaya F tidak tetap (F fungsi dari waktu) maka rumus I = F . t tidak berlaku.

Impuls dapat dihitung juga dengan cara menghitung luas kurva dari grafik gaya F vs waktu t.

Momentum ialah :
Hasil kali sebuah benda dengan kecepatan benda itu pada suatu saat.
Momentum merupakan besaran vector yang arahnya searah dengan
Kecepatannya.
ada juga yang mengatakan sebagai karakteristik suatu benda.

Satuan dari mementum adalah kg m/det atau gram cm/det

Impuls adalah :
Hasil kali gaya dengan waktu yang ditempuhnya. Impuls merupakan
Besaran vector yang arahnya se arah dengan arah gayanya.

Perubahan momentum adalah akibat adanya impuls dan nilainya sama dengan impuls.

IMPULS = PERUBAHAN MOMENTUM

Materi Pelajaran

Cairan Darah (Plasma Darah)
Terdiri dari:
air (90 - 92) %
zat-zat terlarut (sari makanan, garam mineral, enzim, hormon, zat-zat sisa, protein plasma, serum plasma)
Protein plasma terdiri dari :
a. Albumin
Berfungsi untuk menjaga tekanan osmosis darah
b. Globulin
Berfungsi untuk membentuk protrombin dan antibodi (serum darah)
c. Fibrinogen
Berfungsi untuk membekukan darah
Serum darah:
Serum darah dibangun oleh senyawa globulin, terdiri dari:
a. Aglutinin
Berfungsi untuk menggumpalkan protein asing (antigen = aglutinogen)
b. Presipitin
Berfungsi untuk mengendapkan antigen
c. Antitoksi
Berfungsi untuk menghancurkan atau memecahkan antigen
d. Opsonin
Berfungsi untuk menggiatkan sifat fagosit dari leukosit
Golongan darah
Golongan darah ditemukan oleh ahli Imunologi Dr. landsteiner dan Donath.
Golongan darah manusia dikelompokkan atas 4 macam (dikenal dengan sistem ABO) berdasarkan perbedaan antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin), yaitu:
1. Golongan darah A
Dalam eritrosit mengandung aglutinogen A dan dalam plasma mengandung aglutinin b
2. Golongan darah B
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen B dan dalam plasma terkandung aglutinin a
3. Golongan darah AB
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen A dan B, dalam plasma tidak terkandung aglutinin
4. Golongan darah O
Dalam eritrosit tidak terkandung aglutinogen, dalam plasma terkandung aglutinin a dan b
Mekanisme Transfusi Darah
Dalam proses transfusi darah, beberapa istilah yang berkaitan dengan proses transfusi darah sebagai berikut:
1. Transfusi = proses pindah tuang darah
2. Donor = orang yang memberikan sejumlah darah ke orang lain yang membutuhkan
3. Resipien = orang yang menerima sejumlah darah dari orang lain
4. Donor Universal = golongan darah yang bisa memberikan sejumlah darahnya ke orang lain. Golongan darah yang dimaksud adalah O
5. Resipien Universal = Golongan darah yang dapat menerima sejumlah darah dari golongan darah lain. Golongan darah yang dimaksud adalah AB
6. Serum = plasma tanpa fibrinogen
7. antigen = aglutinogen merupakan protein asing yang akan digumpalkan oleh antibodi / aglutinin
8. Antibodi = protein plasma yang dapat menggumpalkan antigen / aglutinin
9. Aglutinasi = penggumpalan darah akibat ketidakcocokan antara jenis aglutinogen donor dengan aglutinin resipien
berdasarkan bagan tersebut jelas terlihat bahwa golongan darah O bersifat sebagai donor universal dan golongan darah AB bersifat sebagai resipien universal.
Pada pelaksanaan transfusi darah yang penting diperhatikan adalah pada donor, harus diperhatikan jenis aglutinogennya, sedangkan pada resipien adalah jenis aglutininnya.

Pada tahun 1940, Lansteiner menemukan jenis penggolongan darah yang lain yaitu sistem Rhesus. berdasarkan penyelidikannya membedakan golongan darah A menjadi 2 macam yaitu :
1. Golongan darah A yang berfaktor rhesus Positif (Rh +)
2. Golongan darah A yang tidak berfaktor rhesus ( rhesus -).
Sebagian besar ras kulit hitam dan sawo matang memiliki darah dengan rhesus +, sedangkan sebagian besar ras kulit putih ber rhesus -..
Fungsi penggolongan darah :
1. Penting untuk proses transfusi darah
2. Penting untuk penyelidikan golongan darah
Peredaran darah
Cairan tubuh diedarkan melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe.
Alat-alat peredaran Darah terdiri dari:
a. jantung (heart/cor)
b. Pembuluh darah (pembuluh darah vena /pembuluh darah balik dan pembuluh darah arteri / pembuluh darah nadi.
c. kapiler-kapiler / pembuluh darah halus : (arteriole dan venule)
Sistem peredaran ini dibedakan menjadi:
1. Sistem peredaran darah kecil (sistem peredaran paru-paru)
Merupakan sistem peredaran yang membawa darah dari jantung ke paru-paru kembali lagi ke jantung. Pada peristiwa ini terjadi difusi gas di paru-paru, yang mengubah darah yang banyak mengandung CO2 dari jantung menjadi O2 setelah keluar dari paru-paru.
Mekanisme aliran darah sebagai berikut:
Ventrikel kanan jantung –> Arteri pulmonalis –> paru-paru –> vena pulmonalis –> atrium kiri jantung
2. Sistem peredaran darah besar (peredaran darah sistemik)
merupakan sistem peredaran darah yang membawa darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah yang keluar dari jantung banyak mengandung oksigen.
mekanisme aliran darah sebagai berikut:
Ventrikel kiri –> aorta –> arteri superior dan inferior –> sel / jaringan tubuh –> vena cava inferior dan superior –> atrium kanan jantung
3. Sistem peredaran portal
Sistem peredaran darah yang menuju ke alat-alat pencernaan menuju ke hati, sebelum kembali ke jantung. pembuluh darah portal berwarna coklat karena banyak mengandung nutrien

Materi Pelajaran

Formula untuk Simple Present Tense adalah:
Subject + Verb1 + Object + Modifier
Note: jika subject diikuti oleh adjective atau noun, gunakan be: is/am/are. Is digunakan jika subject-nya singular yaitu he, she, it dan noun yang dapat digantikan dengan subject pronoun he, she atau it; Am jika subject-nya I; Sedangkan, are jika subject-nya you, they, atau we.  Subject pronoun I, you, they, we, dan noun yang dapat digantikan dengan I, you, they atau we disebut plural subject.
Contoh:
  1. Farmers in Jati Bali grow rice crops twice a year. (Petani-petani di Jati Bali bercocok tanam padi dua kali setahun).
  2. Some students usually conduct research on vegetative plant propagations. (Beberapa siswa biasanya melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif).
  3. Transpiration starts to increase at 8 a.m. (Transpirasi mulai meningkat jam 8 pagi).
Note: Pada contoh 1 dan 2 digunakan plural verb karena subject-nya plural, sedangkan pada contoh yang ketiga digunakan singular verb [verb1 + (s atau es)] karena didahului oleh singular subject.
Kapan verb1 ditambahkan huruf s dan kapan ditambahkan huruf es sehingga menjadi singular verb yang benar? Hampir semua singular verb dibentuk dengan menambahkan huruf s diakhir verb1 (i.e. Verb1 + s ). Namun, mengingat jumlah verb sangat banyak, maka yang perlu dipahami/dihafal sekarang adalah kapan kita harus menambahkan es. Ketentuannya adalah jika verb1 berakhiran dengan huruf “o, x, ch, y, th, s,  dan sh” maka Verb1 + es.
Simple present tense digunakan:
1. untuk menyatakan kejadian-kejadian yang terjadi secara reguler (regular happening).
Contoh:
  1. The sun rises in the east and sets in the west. (Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat).
  2. The full moon comes every 30 days. (Purnama datang tiap 30 hari).
  3. The planet earth takes 365 days to rotate the sun. (Planet bumi butuh 365 hari untuk mengelilingi matahari).
2. untuk menyatakan kebiasan-kebiasaan yang dilakukan oleh subject kalimat (habitual action); Kebiasaan-kebiasaan tersebut masih berlangsung sampai sekarang dan (mungkin) akan terus berlanjut ke masa yang akan datang (future).
Contoh:
  1. My son always goes to school on foot. (Putra saya selalu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki).
  2. Mr. Bain usually plays badminton every Sunday morning but he did not show up last Sunday. (Mr Bain biasanya main bulutangkis tiap minggu pagi tetapi dia tidak muncul (tidak main) hari Minggu yang lalu).
  3. Mr. Budi always drives a car to the office. (Mr. Budi selalu mengendarai mobil ke kantor).
3. Untuk menyatakan argumen atau teori yang sudah diakui kebenarannya.
Contoh:
  1. The prices of goods always increase when the good availabilities drop in market. (Harga-harga barang selalu naik ketika ketersedianya di pasar menurun).
  2. Solar radiation is required during photosynthesis. (Radiasi surya dibutuhkan selama proses fotosintesis).
  3. Twenty-five divided by five is equal to five. (25 dibagi 5 sama dengan 5).
4. Untuk menyatakan/mengekspresikan keadaan atau kondisi seseorang atau sesuatu pada saat sekarang (pada saat diekspresikan). Verbs untuk mengekspresikan seseorang atau sesuatu ini terkait dengan proses/keadaan di dalam otak, terkait dengan perasaan, terkait dengan panca indera,  dan terkait dengan kepemilikan. Verbs seperti ini secara kolektif disebut Stative Verbs. Verbs ini sering kita gunakan atau dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pelajaran

Sejarah demokrasi

Sebelum istilah demokrasi ditemukan oleh penduduk Yunani, bentuk sederhana dari demokrasi telah ditemukan sejak 4000 SM di Mesopotamia.[9] Ketika itu, bangsa Sumeria memiliki beberapa negara kota yang independen.[9] Di setiap negara kota tersebut para rakyat seringkali berkumpul untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan keputusan pun diambil berdasarkan konsensus atau mufakat.[9]
Barulah pada 508 SM, penduduk Athena di Yunani membentuk sistem pemerintahan yang merupakan cikal bakal dari demokrasi modern.[9] Yunani kala itu terdiri dari 1,500 negara kota (poleis) yang kecil dan independen.[12] [3] Negara kota tersebut memiliki sistem pemerintahan yang berbeda-beda, ada yang oligarki, monarki, tirani dan juga demokrasi.[3] Diantaranya terdapat Athena, negara kota yang mencoba sebuah model pemerintahan yang baru masa itu yaitu demokrasi langsung.[13] Penggagas dari demokrasi tersebut pertama kali adalah Solon, seorang penyair dan negarawan.[3] Paket pembaruan konstitusi yang ditulisnya pada 594 SM menjadi dasar bagi demokrasi di Athena namun Solon tidak berhasil membuat perubahan.[3] Demokrasi baru dapat tercapai seratus tahun kemudian oleh Kleisthenes, seorang bangsawan Athena.[3] Dalam demokrasi tersebut, tidak ada perwakilan dalam pemerintahan sebaliknya setiap orang mewakili dirinya sendiri dengan mengeluarkan pendapat dan memilih kebijakan.[14] Namun dari sekitar 150,000 penduduk Athena, hanya seperlimanya yang dapat menjadi rakyat dan menyuarakan pendapat mereka.[8]
Demokrasi ini kemudian dicontoh oleh bangsa Romawi pada 510 SM hingga 27 SM.[9] Sistem demokrasi yang dipakai adalah demokrasi perwakilan dimana terdapat beberapa perwakilan dari bangsawan di Senat dan perwakilan dari rakyat biasa di Majelis.[14]

Bentuk-bentuk demokrasi

Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.[5]

Demokrasi langsung

Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan.[5] Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.[5] Sistem demokrasi langsung digunakan pada masa awal terbentuknya demokrasi di Athena dimana ketika terdapat suatu permasalahan yang harus diselesaikan, seluruh rakyat berkumpul untuk membahasnya.[5] Di era modern sistem ini menjadi tidak praktis karena umumnya populasi suatu negara cukup besar dan mengumpulkan seluruh rakyat dalam satu forum merupakan hal yang sulit.[5] Selain itu, sistem ini menuntut partisipasi yang tinggi dari rakyat sedangkan rakyat modern cenderung tidak memiliki waktu untuk mempelajari semua permasalahan politik negara.[5]

Demokrasi perwakilan

Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.[5]

Prinsip-prinsip demokrasi


Rakyat dapat secara bebas menyampaikan aspirasinya dalam kebijakan politik dan sosial.
Prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.[15] Prinsip-prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan "soko guru demokrasi".[16] Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah:[16]
  1. Kedaulatan rakyat;
  2. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah;
  3. Kekuasaan mayoritas;
  4. Hak-hak minoritas;
  5. Jaminan hak asasi manusia;
  6. Pemilihan yang bebas dan jujur;
  7. Persamaan di depan hukum;
  8. Proses hukum yang wajar;
  9. Pembatasan pemerintah secara konstitusional;
  10. Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik;
  11. Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat 

Ciri-ciri pemerintahan demokratis

Pemilihan umum secara langsung mencerminkan sebuah demokrasi yang baik
Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia.[4] Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:[4]
  1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  2. Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara).
  3. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
  4. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum
  5. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  6. Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah.
  7. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
  8. Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat.
  9. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku, agama, golongan, dan sebagainya).

Sabtu, 26 November 2011

Materi Pelajaran

Tangga Nada Mayor atau Major Scale

Guitar Lessons - Dunia musik membagi oktaf dalam 12 langkah, setiap satu langkah dinamakan semi-tone. Di keyboard atau piano pembagian ini terlihat pada banyaknya tuts yang ada dalam satu oktaf yaitu 12 tuts yang terdiri dari 7 tuts putih dan 5 tuts hitam. Di fingerboard gitar juga terlihat bahwa satu oktaf terbagi dalam 12 fret, langkah satu fret sama dengan sebuah semi-tone atau setengah nada dan langkah dua fret disebut sebuah tone atau satu nada.

Semua tangga nada mayor mempunyai jarak satu semitone dari 3rd ke 4th (Mi ke Fa) dan dari 7th ke 8th (Si ke 'Do'), jadi jika anda akan memainkan tangga nada mayor dalam satu string maka dari fret pertama yang anda tekan seharusnya memiliki langkah dua fret - dua fret - satu fret - dua fret - dua fret - dua fret - satu fret atau 1 - 1 - ½ - 1 - 1 - 1 - ½. Dalam tangga nada C Mayor pola langkah ini menghasilkan kumpulan nada tanpa sharp dan flat, yang artinya juga hanya tuts berwarna putih di piano yang membentuk tangga nada C Mayor. Dengan pola yang sama tangga nada G Mayor mempunyai satu sharp, tangga nada F Mayor mempunyai satu flat.

Contoh:
Tangga Nada C Mayor
major scale image 
major scale 2 image 

Tangga Nada G Mayor
Untuk memainkan tangga nada G Mayor anda harus memulai dari nada G kemudian lakukan langkah menurut pola tangga nada mayor, secara otomatis nada 7th (Si) adalah F#, jadi dalam tangga nada G Mayor tidak ada nada F.

major scale 3 image 
major scale 4 image